🏉 Hadits Tentang Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Hasilpencarian tentang ilmu+pengetahuan+dan+teknologi. yaitu: (Dan di antara manusia ada tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan tanpa petunjuk) yang sebuah search engine khusus tafsir Al-Quran yang memudahkan umat islam mencari dan memahami tafsir ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits. Dibuat sepenuh ♥ oleh
Teknologi apapun bentuknya adalah suatu hal yang sangat penting pada kehidupan hari ini. Tidak heran, sejak jauh-jauh hari Nabi Saw. sudah mengisyaratkan pentingnya mempelajari teknologi bagi seorang artikel ini, kami telah sedikit menghimpun beberapa hadits tentang teknologi yang mungkin dapat menjadi referensi Anda. Semoga bermanfaat ya!طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.” HR Ibnu MajahHadits di atas ini, sepertinya sudah sangat familiar di tengah-tengah kaum muslim. Bahkan mungkin sejak kita kecil sudah mendengar hadits yang singkat tapi penuh makna ini dari guru-guru yang ada di Sekolah Dasar maupun ketika kajian TPA yang diadakan di masjid sekitar dasarnya, hadits ini tidak secara langsung menyebut kata teknologi. Melainkan hadits ini memang merupakan dalil kewajiban untuk mempelajari ilmu-ilmu agama seperti ilmu fiqih, bahasa Arab, Al Qur’an dan yang jika ditelusuri lebih lanjut lagi, sejatinya disini juga ada anjuran untuk mempelajari teknologi yang notabene merupakan ilmu yang sangat bermanfaat untuk urusan dunia. Hal ini karena sebagian ulama ada yang menafsirkan kata ilmu dengan setiap apa yang berguna bagi kehidupannya di dunia. Dan tentu teknologi merupakan bagian dari hal yang sangat berguna bukan?Bukankah dulu di masa Kekhalifahan Abbasiyah banyak sekali ilmuwan dan cendekiawan muslim yang menjadi pionir teknologi modern saat ini. Sebut saja Al Khawarizmi yang menemukan sistem Al Jabar, Ibnu Firnas penemu konsep pesawat terbang jauh sebelum Wright bersaudara, Ibnu Haytam sebagai Bapak Optik dunia, dan masih banyak yang Manusia Lebih Mengetahui Urusan DunianyaPerlu Anda ketahui, Rasulullah Saw. tidak lebih tahu tentang ilmu dunia dibandingkan para shahabatnya. Di antara buktinya adalah hadits dari Anas tentang mengawinkan بقَوْمٍ يُلَقِّحُونَ، فَقالَ لو لَمْ تَفْعَلُوا لَصَلُحَ قالَ فَخَرَجَ شِيصًا، فَمَرَّ بهِمْ فَقالَ ما لِنَخْلِكُمْ؟ قالوا قُلْتَ كَذَا وَكَذَا، قالَ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بأَمْرِ ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam melewati sahabatnya yang sedang mengawinkan kurma. Beliau shallallahu alaihi wa sallam lalu bersabda, “Seandainya kalian tidak melakukan seperti itu pun, niscaya kurma itu tetaplah bagus.” Setelah beliau berkata seperti itu, mereka lalu tidak mengawinkan kurma lagi, namun kurmanya justru menjadi jelek. Ketika melihat hasilnya seperti itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya, “Kenapa kurma itu bisa jadi jelek seperti ini?” Kata mereka, “Wahai Rasulullah, Engkau telah berkata kepada kita begini dan begitu…” Kemudian beliau bersabda, “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.” HR MuslimBerdasarkan hadits ini, dengan jelas bahwasanya Nabi Saw. tidak lebih mengetahui tentang urusan dunia dibandingkan mereka yang memiliki keahlian pada suatu bidang. Karena pada hakikatnya Nabi pun hanyalah manusia biasa sebagaimana apa yang tertulis dalam Al Qur’ itu, frasa “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu” juga mengandung makna bahwa manusia itu sangat membutuhkan berbagai perkara yang menunjang kehidupan mereka. Diantara perkara tersebut ialah teknologi. Seperti teknologi pangan, kesehatan, transportasi, dan yang Ilmu yang Tidak Terputusإِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” HR. MuslimHadis ini menyatakan bahwa ilmu yang kemudian diamalkan, maka pahalanya tidak akan pernah terputus. Sama halnya dengan penerapan ilmu dalam bentuk teknologi. Seperti misalnya membuat sebuah aplikasi yang di dalamnya mengandung unsur kebaikan, dan kebaikan-kebaikan yang dicantumkan dalam aplikasi tersebut terusdiamalkan oleh orang sudah pasti si pembuat aplikasi ini mendapatkan pahala sama seperti orang yang mengamalkan kebaikan tersebut. Tidak ada yang buruk selama kita tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan tuntunan agama, meskipun ranahnya ialah Mengkaji Ilmu Teknologi untuk Sukses Duniaمَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ“Barang siapa menginginkan perkara yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula.” HR. Bukhari dan MuslimTidak diragukan lagi, untuk mencapai kesuksesan dunia, setiap orang tentu wajib memiliki ilmu yang dapat digunakannya sebagai wasilah kesuksesan tersebut. Tidak mungkin ada orang yang menjadi hebat, kaya, maupun terkenal di dunia tapi kosong dari suatu ilmu yang membawa kesuksesan di dunia adalah ilmu teknologi. Bukankah kita lihat saat ini bahwa mayoritas orang terkaya di muka bumi adalah mereka yang menguasai teknologi? Elon Musk dengan Space X dan teslanya, Bill Gates dengan Microsoftnya, Marck Zuckerberg dengan sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk mempelajari ilmu teknologi secara Orang yang Paham Teknologi Menjadi Rujukanعَنْ سَعْدٍ، قَالَ مَرِضْتُ مَرَضًا أَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ ثَدْيَيَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا عَلَى فُؤَادِي فَقَالَ إِنَّكَ رَجُلٌ مَفْئُودٌ، ائْتِ الْحَارِثَ بْنَ كَلَدَةَ أَخَا ثَقِيفٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ يَتَطَبَّبُ فَلْيَأْخُذْ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِنْ عَجْوَةِ الْمَدِينَةِ فَلْيَجَأْهُنَّ بِنَوَاهُنَّ ثُمَّ لِيَلُدَّكَ بِهِنَّDari sahabat Sa’ad mengisahkan, “Pada suatu hari aku menderita sakit, kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjengukku, beliau meletakkan tangannya di tengah dadaku, sampai-sampai jantungku merasakan sejuknya tangan beliau. Kemudian beliau bersabda,“Sesungguhnya Engkau menderita penyakit jantung. Temuilah Al-Harits bin Kaladah dari Bani Tsaqif, karena sesungguhnya dia adalah seorang tabib dokter. Dan hendaknya dia Al-Harits bin Kaladah mengambil tujuh buah kurma ajwah, kemudian ditumbuk beserta biji-bijinya, kemudian meminumkanmu dengannya.” HR. Abu DaudMeskipun seorang nabi yang diberikan banyak keistimewaan oleh Allah, Nabi Saw. tidak dapat melakukan semua hal, termasuk dalam menyembuhkan manusia. Bahkan pada hadits ini beliau menyuruh sahabatnya yang sakit tersebut untuk berobat kepada yang lebih paham dalam ilmu teknologi kesehatan, yaitu secara tidak langsung hadits ini menunjukkan kemuliaan orang yang mengetahui teknologi. Hal ini karena mereka akan menjadi rujukan bagi siapapun yang butuh kepada teknologi yang dikuasainya. Wallaahu A’lamBaca jugaHadits Tentang Aqidah AhlakMembantu Anda menelusuri informasi seputar kehahalan produk yang beredar di tengah masyarakat. Saat ini sedang menimba ilmu sebagai mahasiswa Fakultas Ushuluddin di Universitas Al-Azhar, Mesir. Ikuti kami di Telegram!
Haditstentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jan 15 Hadits tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sesungguh Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan. Menuntut ilmu, dalam ajaran Islam, adalah suatu yang sangat diwajibkan sekali bagi setiap Muslim, apakah itu menuntut ilmu agama atau ilmu pengetahuan lainnya. Teknologi dan sains adalah bagian penting dari kehidupan modern. Tanpa inovasi teknologi dan kemajuan sains, kita tidak akan mampu memperbaiki dunia dan memajukan kehidupan kita. Namun, penggunaan teknologi dan sains tidak selalu dibenarkan dalam pandangan agama. Dalam makalah ini, kita akan menjelajahi konsep-konsep Islam tentang pemakaian ilmu pengetahuan dan Islam, sains dan teknologi dianggap sebagai sesuatu yang penting dan diperlukan untuk meningkatkan kehidupan manusia dan memajukan peradaban. Islam mengajarkan bahwa manusia harus mempelajari alam dan mencari pengetahuan agar dapat memperbaiki kehidupan satu hadits yang menjelaskan pentingnya pengetahuan adalah sebagai berikut“Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah.”HR. Ibn MajahHadits ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sains adalah bagian penting dari agama Islam dan bahwa setiap orang Muslim harus mencari pengetahuan dan belajar sebanyak itu, Islam juga mengajarkan bahwa teknologi dan sains harus digunakan dalam cara yang baik dan benar. Ada beberapa prinsip dalam Islam yang harus diikuti ketika menggunakan teknologi dan Islam dalam Menggunakan Sains dan TeknologiSalah satu prinsip dasar dalam Islam adalah bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta ini dan manusia harus bertanggung jawab untuk merawat dan menjaga contoh, Islam mengajarkan bahwa manusia harus memperlakukan hewan dan tumbuhan dengan baik. Dalam hadits berikut, Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa kita harus memperlakukan binatang dengan kasih sayang“Seorang wanita semata-mata karena memberikan minum kucing, beliau masuk surga.”HR. BukhariHadits ini menunjukkan bahwa dalam Islam, kita harus memperlakukan hewan dengan baik dan tidak menyakiti mereka. Hal yang sama berlaku untuk lingkungan dan alam menggunakan teknologi dan sains, kita harus memperhatikan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian lingkungan. Dalam Islam, kita harus menjaga kelestarian lingkungan dan tidak merusak alam satu hadits yang menunjukkan pentingnya menjaga lingkungan adalah sebagai berikut“Sesungguhnya dunia ini hijau dan indah, dan Allah telah menjadikan kalian sebagai pemimpin di atasnya untuk melihat bagaimana kalian akan memperlakukannya.”HR. MuslimHadits ini menunjukkan bahwa manusia harus memperlakukan alam semesta dengan baik dan menjaga kelestariannya agar tetap hijau dan Sains dan Teknologi dalam IslamDalam sejarah, Islam telah menjadi pusat kemajuan sains dan teknologi. Pada abad ke-8 hingga ke-16, dunia Islam menjadi pusat pengetahuan dan ilmu pengetahuan di seluruh Muslim seperti Al-Khawarizmi, Ibn Sina, Al-Farabi, dan banyak lainnya telah membuat kontribusi besar dalam bidang matematika, astronomi, kedokteran, dan teknologi. Mereka telah mengembangkan banyak konsep dan teknologi yang masih digunakan hingga saat contoh, Al-Khawarizmi dikenal sebagai “Bapak Aljabar” karena telah mengembangkan konsep-konsep matematika yang kemudian menjadi dasar untuk pengembangan komputer dan teknologi samping itu, Ibn Sina juga dikenal sebagai “Bapak Kedokteran Modern” karena telah membuat kontribusi besar dalam bidang kedokteran dan Islam terhadap Penemuan-Penemuan BaruDalam Islam, hukum berkaitan dengan penemuan baru sangat penting. Ada beberapa prinsip hukum Islam yang harus diperhatikan ketika menemukan inovasi baru dalam sains dan satu prinsip hukum Islam adalah bahwa setiap penemuan baru harus diperiksa untuk memastikan bahwa itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Jika penemuan baru bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, maka penemuan itu tidak dapat diterima oleh umat contoh, dalam hadits berikut, Nabi Muhammad SAW menjelaskan tentang bahaya minuman keras“Minuman keras adalah induk dari segala kejahatan dan dosa.”HR. At-TirmidziHadits ini menunjukkan bahwa dalam Islam, minuman keras tidak diperbolehkan dan dilarang untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, jika ada penemuan baru yang terkait dengan minuman keras, maka itu tidak dapat diterima oleh umat samping itu, dalam Islam juga terdapat prinsip bahwa setiap penemuan baru harus digunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia. Jika penemuan baru dapat digunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia, maka itu dapat diterima oleh umat contoh, dalam hadits berikut, Nabi Muhammad SAW mengajarkan tentang pentingnya memberikan sedekah untuk kebaikan umat manusia“Setiap orang yang memberikan sedekah untuk kebaikan manusia akan diberikan pahala seperti yang diberikan kepada orang yang memberikan makanan kepada orang yang lapar.”Hadits ini menunjukkan bahwa dalam Islam, penting bagi setiap orang untuk melakukan kebaikan dan membantu orang lain. Jika ada penemuan baru yang dapat digunakan untuk membantu orang lain, maka itu dapat diterima oleh umat makalah ini, kita telah menjelajahi konsep-konsep Islam tentang pemakaian ilmu pengetahuan dan teknologi. Islam mengajarkan bahwa sains dan teknologi adalah bagian penting dari kehidupan manusia dan harus digunakan dalam cara yang baik dan benar. Dalam Islam, penggunaan teknologi dan sains harus diperhatikan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian telah menjadi pusat kemajuan sains dan teknologi pada abad ke-8 hingga ke-16 dan telah membuat kontribusi besar dalam bidang matematika, astronomi, kedokteran, dan Islam, setiap penemuan baru harus diperiksa untuk memastikan bahwa itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam dan harus digunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat video of Makalah Hadits tentang Sains dan Teknologi Menjelajahi Konsep-Konsep Islam tentang Pemakaian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Manusiamenciptakan teknologi dibidang dunia itu bukan berarti meniru ciptaan kebutuhan hidup dan kemaslahatan dan manfaat dunia akhirat.. seandainya manusia meniru ciptaan Allah pencipta sesunggunya dari manusia dan amal perbuatan mereka seperti menciptakan sesuatu penemuan tetap Allah pencipta dan penemunya..
اًقيِر َط َكَلَس ْنَم ُلوُقَي َمَلَسَو ِهْيَلَع َُها َل َص َِها َلوُسَر ُتْعِمَس ِنِإَف ءاَدْرَدا وُبَأ َلاَق اَهَتَحِنْجَأ ُع َضَ َل َةَكِئ َلَمْلا َنِإَو ِةَنَْلا ِقُرُط ْنِم اًقيِرَط ِهِب َُها َكَلَس اًمْلِع ِهيِف ُبُلْطَي ِف ُناَتيِلاَو ِضْرْ لا ِف ْنَمَو ِتاَوَم َسلا ِف ْنَم َُ ْ ل ُرِفْغَتْسَيَ َل َمِلاَعْلا َنِإَو ِمْلِعْلا ِبِلاَطِل اًضِر ِبِكاَوَكْلا ِرِئاَس َ َع ِرْدَْبا َةَلْ َي ِرَمَقْلا ِلْضَفَكِدِباَعْلا َ َع ِمِلاَعْلا َلْضَف َنِإَو ِءاَمْلا ِفْوَج ْنَمَف َمْلِعْلا اوُثَرَو اَمَنإَو اًمَهْرِداَو اًراَنيِد اوُثِرَوُي ْمَل َءاَيِبْنَ َ ْلا َنِإَو ِءاَيِبْنلا ُةَثَرَو َءاَمَلُعَ ْ ْلا َنِإَو دواد وبأ هاور ٍرِفاَو ٍظَ ِب َذَخَأ ُهَذَخَأ Artinya Dari Abu Ad Darda lalu berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‹alaihi wasallam bersabda Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu sungguh akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan seorang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak. HR. Abu Dawud Banyak pesan dan pelajaran yang bisa diambil dari hadits Abu Darda tersebut 1. Menuntut ilmu hukumnya fardlu `ain, artinya bahwa setiap orang Islam wajib menuntut ilmu terutaama ilmu-ilmu agama. 2. Perjalanan untuk mendapatkan ilmu termasuk pekerjaan yang bernilai ibadah, bahkan bisa disebut sedang berjihad, sehingga rasulullah saw mengibaratkan perjalanan mencari imu seperti perjalanan menuju surga. 3. Ilmu Pengetahuan dan teknologi, kalau digunakan sesuai dengan proporsinya akan banyak mendatangkan kemudahan, dan memberikan kenyamanan hidup, termasuk dapat membantu memperlancar pelaksanaan ibadah. 4. Kedudukan orang yang memiliki ilmu itu lebih tinggi dari orang yang ahli ibadah, karena orang berilmu akan melaksanakan ibadah sesuai dengan ilmunya, sementara orang ahli ibadah belum tentu mengilmui ibadah yang dilakukan. 5. Membandingkan antara bulan purnama dan benda planet lainnya merupakan pesan tersendiri yang secara tersirat mendorong manusia untuk mengembangkan teknologinya, terutama yang berkaitan dengan astronomi. mereka diberi al­hikmah, kebijaksanaan dan pengetahuan, di samping pengetahuan yang diperolehnya mereka secara empiris; Mereka mampu belajar dari sejarah berbagai bangsa,kemudian disimpulkannya satu pelajaran yang bermanfaat,yang dapat dijadikan petunjuk dalam mengambil keputusan di dalam kehidupan ini. Selain beberapa keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada mereka sebagaimana tersebut di atas, mereka ulû al­albâb juga memiliki sifat-sifat yang lain istimewa, antara lain 1. Bersunguh-sungguh mencari ilmu, termasuk di dalamnya kesenangannya mentadabburi ciptaan Allah SWT di langit dan di bumi, dan mentasyakkuri memanfaatkan nikmat Allah SWT dengan menggunakan akal pikiran, sehingga kenikmatan itu makin bertambah. 2. Mampu memisahkan yang jelek dari yang baik, kemudian ia memilih yang baik, walaupun ia harus sendirian mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu dipertahankan oleh sekian banyak orang. Al-An`âm 100 3. Kritis dalam mendengarkan pembicaraan,pandai menimbang-nimbang ucapan, teori, proposisi atau dalil yang dikemukakan orang lain. Az-Zumar 18 4. Bersedia menyampaikan ilmunya kepada masyarakat lain untuk memperbaiki masyarakatnya; bersedia memberikan peringatan kepada masyarakat al-Taubah [9] 122 5. Tidak takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah SWT. Berkali-kali Al-Qur`an menyebutkan bahwa ulû al­albâb hanya takut kepada Allah SWT. PROSES PEMBELAJARAN 1. Persiapan a. Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa memulai pelajaran dengan berdoa b. Guru mengkondisikan ruangan dan warga kelas untuk siap belajar; memeriksa kebersihan kelas, kehadiran siswa, kerapian berpakaian, dan posisi tempat duduk yang disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. c. Guru menyapa siswa. d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran e. Guru menfokuskan konsentrasi siswa dengan menyampaikan pertanyaan secara komunikatif mengenai hal yang terkait dengan materi Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. f. Menyiapkan media/alat peraga/alat bantu dapat berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca, atau dapat juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya. g. Guru menggunakan metode yang beragam dalam menyampaikan materi, tidak terpaku pada satu metode sehingga suasana ruang kelas tetap terjaga aktif belajar. Yang lebih cocok memang direct methode dengan berbasis pada whole-class learning; model pengajaran langsung dan semua siswa merasakan suasana pembelajaran yang interaktive. 2. Pelaksanaan 1. Guru meminta siswa untuk mencermati perenungan yang ada pada kolom “Mari Renungkan”. Tetapi kalau materi dalam “mari renungkan” disampaikan guru dengan gaya bahasa yang menarik akan lebih mengena sebagai bahan renungan. 2. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang hasil perenungannya. 3. Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap hasil perenungan siswa. 4. Guru meminta siswa untuk mengamati gambar yang ada di kolom “Mari Mengamati”. 5. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang gambar tersebut. 8. Siswa melakukan tanya jawab terkait tema kajian perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan hasil renungan dan pengamatan. 9. Guru menyampaikan materi pembelajaran • Membaca ayat dan hadits [guru memberi contoh cara membaca yang benar – siswa menirukan bacaan guru – guru menunjuk beberapa siswa untuk membaca] • Menghafal ayat dan hadits [guru mengalokasikan + 10 menit bagi siswa untuk memulai sedikit hapalan] • Guru bergerak aktif sambil mencari tahu keaktifan siswa dalam menghapal. • Guru mengkaji ayat dan hadits yang dimaksud [arti kosa kata – terjemah – penjelasan – kandungan ...dll] • Guru menggunakan ungkapan bahasa yang komunikatif. 10. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan tugas untuk berdiskusi sesuai dengan tema yang telah ditentukan. 11. Secara bergantian masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi, sedangkan kelompok lainnya memperhatikan atau menyimak dan memberikan tanggapan. 12. Guru memberikan penambahan dan penguatan kepada siswa tentang materi tersebut. 13. Guru dan siswa menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman. 14. Pada kolom “EVALUASI”, guru 1 Meminta siswa untuk membaca ayat yang telah ditentukan dan membantu siswa memberikan tanda centang √ sesuai dengan hasil bacaan siswa; sangat lancar, lancar, sedang, kurang lancar atau tidak lancar. 2 Meminta siswa untuk mengerjakan bagian pilihan ganda dan uraian. 3 Memberikan pengarahan kepada siswa dalam rangka mencari ayat-ayat al-Quran yang berbasis ibadah sosial Kolom Tugas. PENILAIAN a. Sikap No Nama siswa Aspek Penilaian Sikap Skor Nilai Disiplin Rajin Religi Sosial Keterangan 1. Penilaian sikap ini bersifat subjektif, maka kriteria penilaiannya diserahkan kepada kebijakan guru 2. Penskoran mengikuti standar penilaian pada umumnya; minimal 1, dan maksimal 4. 3. Jumlah skor maksimal 16 point. Penskoran b. Diskusi Guru melakukan penilaian terhadap siswa dalam Pengamatan pada saat pelaksanaan diskusi. No Nama siswa Aspek yang Dinilai Skor Nilai 1 2 3 Keterangan Aspek dan rubrik penilaian 1. Kejelasan dan kedalaman informasi. a. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna, skor 4. b. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan kurang sempurna, skor 3 c. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap, skor 2 d. Jika kelompok tersebut dalam memberikan penjelasan dan kedalaman materi tidak lengkap, skor 1 2. Keaktifan dalam diskusi. a. Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi, skor 4 b. Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi, skor 3 c. Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi, skor 2 d. Jika kelompok tersebut tidak aktif dalam diskusi,skor 1 3. Kejelasan dan kerapian presentasi a. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi, skor 4 b. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 3 c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi, skor 2 d. Jika kelompok tersebut mempresentasikan dengan kurang jelas dan kurang rapi, skor 1 INSTRUMEN PENILAIAN A. Membaca No Nama siswa Aspek yang Dinilai Skor Nilai 1 2 3 Keterangan B. Menghafal No Nama siswa Aspek yang Dinilai Skor Nilai 1 2 3 Keterangan Aspek Penilaian di dalam MEMBACA” dan “MENGHAFAL” 1. Kelancanan 2. Tajwid 3. Makhraj C. Melengkapi dan Memberi Arti اًقيِرَط 1. . . . ْنَم ُلوُقَـي َمَلَسَو ِهْيَلَع َُلا ىَلَص َِلا َلوُسَر ُتْعَِس ِّنِإَف ءاَدْرَدلا وُبَأ َلاَ .ُعَضَتَل َةَكِئ َلَمْلا َنِإَو ِةَنَْلا ِقُرُط ْنِماًقيِرَط ِهِبَُلا َكَلَس 3. . . . ِهيِف 2 . . . . ِف ْنَمَو ِتاَوَمَسلا ِف ْنَمُهَل ُرِفْغَـتْسَيَل 5. . . . . َنِإَو ِمْلِعْلا ِبِلاَطِل اًضِر 4. . . . َةَلْـيَل ِرَمَقْلا ِلْضَفَكِدِباَعْلا ىَلَع ِِلاَعْلا َلْضَف َنِإَو 7. . . ِف 6. . . . .َو ِضْرَْلا اًَهْرِد َلَو اًراَنيِد 8. . .. . َءاَيِبْنَْلا َنِإَو ِءاَيِبْنَْلا ُةَثَرَوَءاَمَلُعْلا َنِإَو ِبِكاَوَكْلا ِرِئاَس ىَلَع ِرْدَبْلا ٍرِفاَو ٍّظَِب َذَخَأ ُهَذَخَأ ْنَمَف َمْلِعْلا اوُثَرَو 5 1 6 2 7 3 Keterangan 1. Setiap nomor jawaban bernilai 2 2. Nilai Maksimal untuk 8 butir soal =16 3. Penskoran Pilihan Ganda 1. Surat Al Alaq [96] 1, mengandung perintah untuk . . . . . a. Memperbanyak ibadah b. Mencari ilmu melalui banyak membaca c. Mengajarkan ilmu Pengetahuan Agama d. Meningkatkan ilmu dan amal e. Menghormati orang-orang yang berilmu 2. Sebutan yang cocok untuk orang yang mampu menselaraskan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai spiritual keagamaan adalah . . . . a. Khalifah b. Ulul albab c. Amirul Mukminin d. Mujtahid e. Ulul Arham 3. Berdasarkan QS Taubah [9] 122 Allah SWT memberi apresiasi kepada hambaNya yang menekuni bidang . . . . . a. Ilmu Pengatahuan dan Teknologi b. Ilmu Agama c. Ilmu Strategi Perang d. Organisasi e. Ilmu Pemerintahan 4. Kedudukan orang berilmu dibanding dengan yang tidak berilmu, diumpamakan oleh rasulullah seperti . . . . . a. air hujan b. tanah yang subur c. bulan purnama d. pohon yang berbuah e. lilin yang membakar dirinya 5. ُعَن ْصَي اَمِب ًاضِر ِمْلِعلا ِبِلاَطِل اَهَتَحِنْجأ ُعَضََل َةَكِئَلَملا َنإَو Hadits tersebut menunjukkan rasa hormat malaikat kepada . . . a. Orang yang banyak ibadah b. Orang yang membantu orang lain dengan shadaqah c. Orang yang menuntut ilmu d. Orang yang rendah hati dan tawadlu e. Orang yang selalu berdzikir siang dan malam 6. Maksud dari ayat ْمَلْعَي ْمَل اَم َنا َسْنِلا َمَلَعْ a. Sumber ilmu pengetahuan adalah manusia b. Orang yang berilmu mengetahui segalanya c. Pada dasarnya manusia itu tidak memiliki ilmu d. Belajar tidak menenal batas waktu e. Membaca merupakan media belajar yang mudah 7. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus didukung dengan keimanan yang baik, seperti kandungan ayat berikut a. َنوُنِمْؤُي ا ٍمْوَق ْنَع ُرُذُناَو ُتاَيَ لا ِنْ ْغُت اَمَو b. ِمَلَقْلاِب َمَلَع يِ َلا c. ٍتاَجَرَد َمْلِعْلا اوُتوُأ َنيِ َلاَو ْمُكْنِم اوُنَمآ َنيِ َلا َُها ِعَفْرَي d. َناَيَ ْبا ُهَمَلَع 3 َناَسْنِ ْلا َقَلَخ 2 َنآْرُقْلا َمَلَع e. ٍنوُنْمَم ُ ْيَغ ٌرْجَأ ْمُهَلَف ِتاَ ِلا َصلا اوُلِمَعَو اوُنَمآ َنيِ َلا َاِإ 8. Allah memerintahkan Nabi Muhammad beserta umatnya untuk memperhatikan apa yang ada dilangit dan dibumi. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan Al Qur an Surat …. a. Yunus [10] 101 b. al Baqarah [2] 164 c. Yunus [10] 164 d. ai Baqarah [2] 101 e. al-Mujadilah [58] 11 c. Kejadian langit dan bumi sebenarnya tanda dan peringatan tetapi tidak dimengerti oleh orang kafir d. Kedudukan orang yang berilmu tidak sama dengan orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat kauniyah e. Orang yang menuntut ilmu agama akan dimudahkan jalan hidupnya 10. َءاَمَلُعْلا َنِإَو ُةَثَرَو ِءاَيِبْنَ ْلا a. Ulama mewarisi kedudukan para nabi dan rasul b. Ilmunya para ulama sejajar dengan ilmu nabi c. Ulama mempunyai tanggung jawab menyebarkan ajaran nabi d. Nabi mewariskan berkahnya kepada para ulama e. Para ulama menerima limpahan karomah dari nabi Kunci Jawaban 1. B, 2. B, 3. B, 4. C, 5. C, 6. C, 7. C, 8. A, 9. C, 10. C Keterangan 1. Setiap nomor bernilai 1 2. Nilai Maksimal 10 sesuai dengan jumlah butir soal 3. Penskoran Uraian 1. Siapa yang dimaksud dengan ulul albâb ! 2. Sebutkan tiga sifat ulul albâb yang kamu ketahui ! 3. Orang yang berilmu itu seperti purnama sebagaimana perumpamaan rasulullah saw. Mengapa? 4. Sebutkan beberapa dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi! 5. Kemajuan teknologi membantu memudahkan pelaksanaan ibadah. Berikan contohnya dalam kehidupan di sekitar kita ! Kunci Jawaban 1. Ulul al-bâb, sering diartikan dengan orang yang berpikir, tetapi sebenarnya yang disebut dengan ulul albâb adalah orang-orang yang mampu mengendalikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kekuatan hati dan iman. 2. Sifat-sifat ulul albâb selalu berdzikir kepada Allah baik secara lisan maupun perbuatan, selalu meningkatkan keimanan dengan memikirkan alam semesta yang diciptakan oleh yang Maha Pencipta, takut kepada Allah dan merasa khawatir kalau ilmu yang dimilikinya menyebabkan mereka masuk ke dalam neraka. 3. Rasulullah mengumpamakan orang yang berilmu seperti bulan purnama Karena orang-orang yang berilmu [seharusnya] banyak memberi manfaat menerangi jalan hidup manusia dengan pencerahan ilmunya seperti bulan purnama yang mampu memberi cahaya terang di malam gelap. Di samping itu sinar bulan purnama tidak menyengat seperti matahari, ilmu yang dikembangkan jangan sampai menyusahkan oran lain bahkan sampai membuat kerusakan. 4. Jawaban diserahkan kepada kebijakan guru sesuai dengan kedaerahan kearifan lokal 5. Memudahkan menentukan arah qiblat, penentuan awal dan akhir bulan, perjalanan haji semakin singkat, belajar ilmu agama semakin mudah dll. Keterangan 1. Penilian dan Penskoran diserahkan kepada guru. 2. Dalam penilaian dan penskoran guru mempertimbangkan kelengkapan dan ketepatan siswa dalam menjawab 3. Jumlah soal 5 butir, setiap butir bernilai 2, nilai maksimal 10 4. Penskoran E. Tugas Penilian dan Penskoran diserahkan kepada guru. PENGAYAAN DAN REMEDIAL Siswa yang sudah dinilai menguasai materi diberi tugas tambahan berupa pertanyaan-pertanyaan atau kegiatan kepustakaan untuk pengembangan dan penguatan materi siswa yang dinilai bisa berkembang lebih lanjut. Sementara siswa yang belum mendapatkan nilai yang cukup, mendapatkan tugas membaca/mengulang kembali materi yang telah diberikan dengan panduan soal-soal evaluasi terdahulu, atau dengan tambahan jam untuk menjelaskan materi dan INTERAKSI DENGAN ORANG TUA/WALI SISWA Guru meminta siswa memperlihatkan kolom “Ayo Berlatih” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf. Cara lainnya dapat juga dengan mengunakan buku penghubung kepada orang tua yang berisi tentang perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran atau berkomunikasi langsung dengan cara home visit, atau melalui telepon, tentang perkembangan perilaku anaknya. KOMPETENSI INTI KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli gotong royong, kerjasama, toleran, damai, santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
ቷоժዳշеξиχե ρ ሠճуцըብዟсևп над
Աፍ бናΗиζещևη бեнтիգθλቬ
Еփос վБиን θζዪች յ
Лаጧуску εбрοվа хеηክАታиλεрፔբу щቮснևሢεቯ оγናн
Didalam Al-Quran terdapat beratus-ratus ayat yang menyebut tentang ilmu pengetahuan dan sains yang merupakan salah satu isi pokok kandungan kitab suci Al-Qur'an. Bahkan kata 'ilm dan turunannya disebut sebanyak 778 kali. AbstrakSains ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang penting dalam agama Islam. Ilmu pengetahuan dapat membuahkan hasil yang baik untuk setiap insan. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk mencari ilmu. Teknologi sebagai hasil daripada sains, memiliki peran penting dalam kehidupan. Sains dan teknologi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat, dimana teknologi sebagai refleksi dari ilmu pengetahuan sains. Dalam penggunaanya, teknologi bisa saja membuahkan hasil positif dan negatif. Hal tersebut tergantung dari orang yang menggunakannya. Ketika digunakan dalam hal positif maka akan positif juga hasilnya. Sebaliknya, jika digunakan dalam hal negatif maka hasilnya menjadi artikel ini, pembuatan dilakukan dengan cara pengumpulan data. Karena materi sains dan teknologi dalam perspektif hadis tidaklah mudah. Adapun pembuatan artikel ini bertujuan untuk memberikan arahan terhadap penggunaan atau penerapan sains dan teknologi. Supaya kita tidak keliru dan tidak salah mempergunakan teknologi di zaman sekarang. To read the file of this research, you can request a copy directly from the has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
Bukhari 24. Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na'im) Nah, itulah beberapa rangkuman Hadits Shahih Tentang Ilmu Pengetahuan dan Kebodohan yang sempat Admin bagikan.
Ilmu pengetahuan dan teknologi iptek adalah dua hal yang sangat penting dalam kehidupan modern saat ini. Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dan menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini juga berlaku dalam agama Islam, di mana pengembangan iptek sangat dianjurkan dan dianggap sebagai sesuatu yang artikel ini, kami akan membahas tentang ayat dan hadits yang berkaitan dengan iptek dalam agama Islam. Kami akan membahas tentang pentingnya pengembangan iptek, serta pandangan agama Islam mengenai iptek dan penggunaannya. Mari kita mulai dengan membahas tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan iptek dalam agama adalah beberapa ayat yang berkaitan dengan iptek dalam agama IslamAyatArtinya“Dan katakanlah Ya Tuhanku, tambahlah kepadaku ilmu pengetahuan” QS Thaha 114Doa Nabi Musa AS agar diberikan tambahan ilmu pengetahuan oleh Allah SWT.“Dan Allah mengajarkan kepada Adam seluruh nama benda-benda, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat lalu Dia berfirman Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda tersebut jika kamu memang benar-benar benar tentang pengetahuan”. QS Al-Baqarah 31Menunjukkan bahwa Allah SWT mengajarkan kepada manusia ilmu pengetahuan dan menuntut manusia untuk belajar.“Dan Allah menurunkan kepada binatang-binatang itu rumus-rumus kehidupan, dari padanya mereka memperoleh rezeki. Dan Allah telah menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati nurani. Hanya sedikit sekali kamu bersyukur”. QS Al-Nahl 78Menunjukkan bahwa Allah SWT telah memberikan kepada manusia ilmu pengetahuan melalui binatang-binatang dan memberikan kemampuan untuk hanya ayat-ayat tersebut, ada banyak ayat lainnya yang menunjukkan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dalam agama Islam. Selain ayat, hadits juga memiliki banyak pernyataan mengenai iptek. Mari kita bahas lebih tentang Iptek dalam Agama IslamBerikut adalah beberapa hadits yang berkaitan dengan iptek dalam agama Islam1. “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim”. HR Al-TirmidziHadits di atas menunjukkan bahwa mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Ini termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seorang muslim harus selalu mencari ilmu dan belajar untuk mengembangkan “Allah tidak akan memberikan keberkahan kepada umat yang tidak menghargai para ulama”. HR Ibn MajahHadits di atas menunjukkan bahwa Allah tidak akan memberikan keberkahan kepada umat yang tidak menghargai para ulama. Para ulama adalah orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan membawa manfaat bagi umat Islam. Oleh karena itu, pengembangan iptek dan penghormatan terhadap para ulama sangat penting dalam agama “Allah mencintai hamba yang pandai dalam pekerjaannya”. HR Al-BukhariHadits di atas menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba yang pandai dalam pekerjaannya. Ini berarti bahwa jika seseorang mengembangkan iptek dan bekerja dengan baik, Allah akan mencintainya. Ini juga menunjukkan bahwa pengembangan iptek adalah sesuatu yang positif dalam agama “Pesananku kepada kalian semua adalah agar kalian selalu mencari ilmu dan belajar sebanyak-banyaknya, karena ilmu pengetahuan itu adalah harta yang tidak akan pernah hilang”. HR Ibn MajahHadits di atas menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan adalah harta yang tidak akan pernah hilang. Oleh karena itu, muslim harus selalu berusaha untuk mencari ilmu dan mengembangkan “Keutamaan orang yang belajar ilmu pengetahuan adalah lebih besar dari pada orang yang berpuasa dan shalat malam”. HR Al-TirmidziHadits di atas menunjukkan bahwa keutamaan orang yang belajar ilmu pengetahuan lebih besar dari pada orang yang berpuasa dan shalat malam. Ini menunjukkan bahwa pengembangan iptek sangat penting dalam agama Islam dan dianggap sebagai sesuatu yang sangat Agama Islam tentang IptekSeperti yang telah dibahas sebelumnya, pengembangan iptek sangat dianjurkan dalam agama Islam. Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membawa manfaat bagi umat manusia dan membantu manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, ada juga pandangan yang berbeda-beda dalam agama Islam mengenai penggunaan orang beranggapan bahwa penggunaan iptek harus sesuai dengan nilai-nilai agama Islam dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini menunjukkan bahwa dalam agama Islam, pengembangan iptek harus dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama dan tidak melanggar aturan itu, ada juga pandangan yang menganggap bahwa iptek dapat digunakan untuk melawan nilai-nilai agama Islam. Pandangan ini dianggap salah dalam agama Islam, karena menunjukkan bahwa iptek digunakan untuk tujuan yang bertentangan dengan ajaran karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengembangkan iptek dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama Islam dan tidak melanggar aturan agama. Dengan cara ini, iptek dapat membawa manfaat bagi umat manusia dan membantu manusia dalam berbagai aspek agama Islam, pengembangan iptek sangat dianjurkan dan dianggap sebagai sesuatu yang penting. Ayat dan hadits dalam agama Islam menunjukkan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan, serta bahwa mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Oleh karena itu, muslim harus selalu berusaha untuk mencari ilmu dan mengembangkan iptek harus dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama Islam dan tidak melanggar aturan agama. Dengan cara ini, iptek dapat membawa manfaat bagi umat manusia dan membantu manusia dalam berbagai aspek sebagai umat Islam harus selalu berusaha untuk mengembangkan iptek dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama Islam dan tidak melanggar aturan agama. Dengan cara ini, iptek dapat membawa manfaat bagi umat manusia dan membantu manusia dalam berbagai aspek video of Ayat dan Hadits tentang Iptek Pentingnya Pengembangan Ilmu Pengetahuan di dalam Agama Islam 10Hadits Menuntut Ilmu dalam Islam, Arab, Latin, dan Artinya 1. تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ) Artinya: "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Thabrani). 2. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dua hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia saat ini. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa kedua hal ini juga memiliki dasar-dasar ajaran Islam. Dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, terdapat banyak sekali petunjuk tentang pentingnya ilmu dan teknologi dalam kehidupan manusia. Hadits tentang Pentingnya Ilmu Ilmu pengetahuan adalah salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW pun seringkali menekankan pentingnya ilmu dalam berbagai haditsnya. Sebagai contoh, dalam hadits riwayat Abu Darda, Nabi bersabda, “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.” Dalam hadits lainnya, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan bahwa “Jika seseorang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” Dengan demikian, dapat dipahami betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan manusia. Hadits tentang Teknologi Teknologi adalah salah satu hasil dari ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Ada beberapa hadits yang membicarakan tentang teknologi, salah satunya adalah hadits tentang pemanfaatan pohon kurma. Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Setiap pohon kurma yang ditanam oleh seorang muslim, maka baginya akan mendapatkan pahala yang besar. Bahkan, jika pohon tersebut dijadikan sebagai tempat berteduh oleh orang-orang di siang hari, maka orang yang menanamnya akan mendapatkan pahala seperti itu juga.” Dalam hadits lainnya, Nabi Muhammad SAW juga pernah menganjurkan umatnya untuk memanfaatkan teknologi yang ada di sekitar mereka. Sebagai contoh, dalam hadits riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT tidak mengutus seorang nabi kecuali dia juga mengajarkan kepada umatnya tentang teknologi yang ada pada zamannya.” Manfaat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Dalam hadits riwayat Ahmad, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT mencintai hamba-Nya yang mencari ilmu untuk mengamalkannya dan untuk mengajarkannya kepada orang lain.” Dengan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dapat memperoleh berbagai kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Misalnya, teknologi komunikasi seperti telepon dan internet dapat mempermudah manusia dalam berkomunikasi dengan orang lain yang berada di tempat yang jauh. Selain itu, ilmu pengetahuan dan teknologi juga dapat membantu manusia dalam pengembangan ekonomi. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, manusia dapat memperbaiki produksi barang dan jasa yang lebih efisien dan efektif. Kesimpulan Dalam Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki nilai yang sangat penting. Nabi Muhammad SAW seringkali menekankan pentingnya ilmu dalam berbagai haditsnya, serta menganjurkan umatnya untuk memanfaatkan teknologi yang ada di sekitar mereka. Dengan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dapat memperoleh berbagai kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, serta membantu dalam pengembangan ekonomi. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita diharapkan untuk selalu mencari ilmu dan memanfaatkan teknologi dengan bijak.
Tentunyaberibadah dan beramal harus berdasarkan ilmu yang ada di Al-Qur'an dan Al- Hadist. Tidak akan tersesat bagi siapa saja yang berpegang teguh dan sungguh-sungguh perpedoman pada Al-Qur'an dan Al-Hadist. Al-Quran menunjukan kalau Al-Quran menyatakan tentang kecintaan atas pengetahuan dan kemanusiaan, hukum dan perintah/aturan. Al
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Mereka membantu kita untuk memahami dunia dan menciptakan alat yang mempermudah hidup kita sehari-hari. Namun, apakah ada hadits yang membahas tentang ilmu pengetahuan dan teknologi? Ilmu pengetahuan adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ada banyak hadits yang membahas tentang pentingnya ilmu pengetahuan dalam Islam. Salah satu hadits yang sangat terkenal adalah hadits yang mengatakan bahwa “mencari ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.” Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dalam Islam. Allah SWT memberikan penekanan yang sangat besar pada pentingnya ilmu pengetahuan, dan mengajak umat manusia untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuannya. Ada juga hadits yang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah cahaya. Hadits ini mengajarkan tentang pentingnya ilmu pengetahuan dalam membuka pikiran dan memperluas wawasan kita. Dengan ilmu pengetahuan, kita dapat memahami dunia dengan lebih baik, dan membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Hadits-Hadits Tentang Teknologi Teknologi adalah alat yang dibuat oleh manusia untuk mempermudah hidup kita sehari-hari. Ada banyak hadits yang membahas tentang penggunaan teknologi dalam Islam. Salah satu hadits yang sangat terkenal adalah hadits yang mengatakan bahwa “segala sesuatu yang berguna adalah halal.” Hadits ini menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan dalam Islam selama itu berguna dan tidak melanggar hukum-hukum Islam. Sebagai contoh, penggunaan internet dan telepon seluler dapat membantu kita dalam berkomunikasi dengan orang lain, dan oleh karena itu diperbolehkan dalam Islam. Namun, ada juga hadits yang mengajarkan tentang bahaya dari teknologi yang tidak terkontrol. Hadits ini mengatakan bahwa “setiap hal yang berlebihan adalah buruk.” Dalam hal ini, hadits ini mengajarkan tentang bahaya dari penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dan dapat merusak kesehatan dan kehidupan kita. Apa yang Dapat Kita Pelajari dari Hadits-Hadits Ini? Dari hadits-hadits tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, kita dapat belajar banyak hal. Pertama, kita harus belajar dan terus meningkatkan pengetahuan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kedua, kita harus menggunakan teknologi dengan bijaksana dan tidak terkontrol. Ketiga, kita harus selalu mengingat bahwa segala sesuatu yang berguna adalah halal. Sebagai umat Muslim, kita harus selalu berusaha untuk mengembangkan diri kita dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita harus belajar dan terus meningkatkan pengetahuan kita, serta menggunakan teknologi dengan bijaksana untuk mempermudah hidup kita sehari-hari. Terakhir, kita harus selalu mengingat bahwa segala sesuatu yang berguna adalah halal. Kita harus memilih teknologi yang berguna dan tidak melanggar hukum-hukum Islam, serta menggunakan teknologi dengan bijaksana agar tidak merusak kesehatan dan kehidupan kita. Navigasi pos Iman kepada kitab Allah SWT adalah salah satu rukun iman yang wajib dipercayai oleh setiap Muslim. Kitab Allah SWT sebagai… Halo semua, saya ingin berbicara tentang contoh karya ilmiah akuntansi manajemen. Sebagai seorang mahasiswa akuntansi, saya tahu betapa pentingnya menulis…
JAKARTA Dalam Islam, banyak hadits menuntut ilmu yang semuanya menekankan pentingnya mempelajari Ilmu pengetahuan baik agama, sains, budaya dan teknologi. Menuntut ilmu merupakan kewajiban tiap Muslim sejak lahir hingga masuk liang lahat. Allah SWT pun meninggikan derajat orang-orang yang mencari ilmu karena ridha-Nya.
Saat ini, kemajuan teknologi sudah semakin pesat. Hal ini ditandai dengan Revolusi Industri dan Revolusi sosial yang membuat hidup semakin mudah bahkan hanya dalam 1 genggaman saja. Seiring dengan perkembangan teknologi, Islam harus bisa beradaptasi dengan teknologi yang semakin kesini semakin pesat perubahannya. Hal ini agar eksistensi islam tetap ada di dunia yang semakin cepat teknologinya. Namun, terdapat sebuah pertanyaan besar dimana dengan semakin pesat teknologinya, mau tidak mau islam harus mencari cara agar dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, Islam dapat menjaga eksistensinya di era modern. Metode penelitian yang akan digunakan yakni kajian literatur dari beberapa karya ilmiah mengenai islam dan teknologi. Penelitian ini berfokus untuk mencari tahu relevansi antara teknologi dan islam di Indonesia. Hasil yang akan dicapai yakni mencari teknologi yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan islam di indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi para pengembang platform teknologi berbasis islam guna membantu perkembangan islam di dunia modern Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Jurnal Islamika Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 21, No. 01, Juli 2021, 55-61 55 Jurnal Islamika Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman p-ISSN1693-8712e-ISSN 2502-7565 Vol. 21, No. 01, Juli 2021, 55-61 Perspektif Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Mohammad Rizky Ramadhandy Budianto 1, Tresna Ramadhian Setha Wening Galih 2, dan Syaban Farauq Kurnia 3 1,2,3 Jurusan Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi, UPI Kampus Purwakarta e-mail tresna101 syarakuitsuka ABSTRAK. Saat ini, kemajuan teknologi sudah semakin pesat. Hal ini ditandai dengan Revolusi Industri dan Revolusi sosial yang membuat hidup semakin mudah bahkan hanya dalam 1 genggaman saja. Seiring dengan perkembangan teknologi, Islam harus bisa beradaptasi dengan teknologi yang semakin kesini semakin pesat perubahannya. Hal ini agar eksistensi islam tetap ada di dunia yang semakin cepat teknologinya. Namun, terdapat sebuah pertanyaan besar dimana dengan semakin pesat teknologinya, mau tidak mau islam harus mencari cara agar dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, Islam dapat menjaga eksistensinya di era modern. Metode penelitian yang akan digunakan yakni kajian literatur dari beberapa karya ilmiah mengenai islam dan teknologi. Penelitian ini berfokus untuk mencari tahu relevansi antara teknologi dan islam di Indonesia. Hasil yang akan dicapai yakni mencari teknologi yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan islam di indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi para pengembang platform teknologi berbasis islam guna membantu perkembangan islam di dunia modern. Kata kunci Teknologi Modern, Relevansi, Islam dan Teknologi, Sosial Kecerdasan Buatan. PENDAHULUAN Kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya teknologi telah menghasilkan berbagai inovasi dalam mempermudah kegiatan manusia seperti jam, telepon genggam, televisi, kendaraan, dan sebagainya. Saat ini, perkembangan teknologi, khususnya di indonesia sudah semakin pesat. Hal ini dikarenakan perkembangan pada revolusi industri dan revolusi sosial yang membantu segala aspek kehidupan manusia pada era modern.. Hal ini selaras dengan tujuan dari Revolusi Sosial dimana untuk membuat kehidupan bermasyarakat berfokus pada manusia dimana antara pengembangan teknologi dan resolusi dari bermasyarakat sudah dapat diraih dan masyarakat dapat menikmati sebuah kehidupan yang memiliki kualitas hidup yang terbaik dimana sangat aktif dan nyaman Fukuyama, 2018. Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era revolusi industri dan sosial mengalami perubahan yang sangat drastis, sementara agama sendiri mengalami perubahan yang relatif lambat. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya ketidakharmonisan antara ilmu pengetahuan dan agama. Padahal, hakikat ilmu sebenarnya ialah segala ilmu di dunia ini tidak boleh terpisah daripada nilai Islam dan ilmu tersebut baik merupakan ilmu yang terpuji atau ilmu yang terkeji. Dilansir dari 09/05/2020, Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama LPT NU, Dr. Phil. Syafiq Hasyim, MA., untuk menuju Mohammad Rizky Ramadhandy Budianto 1, Tresna Ramadhian Setha Wening Galih 2, dan Syaban Farauq Kurnia 3 56 Jurnal Islamika Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 21, No. 01, Juli 2021, 55-61 perkembangan pada iptek dalam islam, hal pertama yang dapat dilakukan yaitu evaluasi dan refleksi terhadap faktor-faktor yang menjadi kemunduran iptek dalam islam. Pertama, salah satunya adalah karena kita jauh dari moral pengetahuan dan ke-Islam-an yang dianjurkan oleh Alquran dan sunnah Nabi, faktor ini sebagai modal utama. Kedua, masyarakat harus menghilangkan pertentangan-pertentangan ideologis dan politik di antara sesama anak manusia dari berbagai bangsa dan negara. Ketiga, masyarakat harus mengembangkan tradisi berpikir, bebas, dan independen. Tradisi ini bisa memicu orang untuk mencari dan menggali informasi dalam rangka membentuk ilmu pengetahuan yang kita kehendaki. Terakhir, masyarakat harus mengembangkan sistem pendidikan yang memperkuat pengetahuan dan kemanusiaan. Dengan cara ini, ilmu pengetahuan yang berkembang dalam Islam tak hanya berguna bagi agama kita, tapi juga berguna bagi kemanusiaan. Selain itu, islam juga mendorong umatnya agar melakukan penelitian yang juga senantiasa menjadikan Al-Qur’an menjadi sebuah pedoman ilmu pengetahuan. Hal ini jugalah yang mendorong umat muslim harus memiliki sifat-sifat ilmuwan, yakni kritis QS. Al-Isra/17 36, terbuka menerima kebenaran dari manapun datangnya ilmu tersebut QS. Az-Zumar/39 18, dan senantiasa menggunakan akal pikirannya untuk berpikir secara kritis QS. Yunus/10 10. Inilah yang mengantarkan pada sebuah keharusan bagi setiap umat muslim agar mampu unggul dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi IPTEK sebagai sarana kehidupan yang harus diutamakan untuk mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat QS. Al-Qashash/28 77; QS. An-Nahl/16 43; QS. Al-Mujadilah/58 11; QS. At-Taubah/9 122. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan metodologi sesuai yang apa akan dibahas, yaitu meliputi metode penelitian teknik pengumpulan data, dan juga memiliki batasan masalah yang akan dijelaskan sebagai berikut ini. Penulisan ini menggunakan studi pustaka, Dalam teknik pengumpulan data penulis mengeksplorasi karya tulis ilmiah dan juga beberapa situs kredibel yang membahas topik mengenai Islam dan Teknologi seperti Situs Berita yang kredibel, Karya Tulis Ilmiah yang didapatkan dari beberapa jurnal baik dari Jurnal Islam maupun Jurnal yang bersifat Universal seperti Jurnal Teknologi. TEMUAN DAN PEMBAHASAN Sosial Menurut Fukuyama, Sosial membuat kehidupan bermasyarakat berfokus pada manusia dimana antara pengembangan teknologi dan resolusi dari bermasyarakat sudah dapat diraih dan masyarakat dapat menikmati sebuah kehidupan yang memiliki kualitas hidup yang terbaik dimana sangat aktif dan nyaman. Sosial pertama kali diperkenalkan di Jepang untuk menjawab tantangan bagaimana kemajuan teknologi harus mengimbangi bagaimana masyarakat harus berkembang seiring teknologi semakin kedepan semakin maju. Sosial Menurut Putra, dengan adanya Sosial Kecerdasan Buatan akan berkembang pesat dengan big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan the Internet of Things atau IoT menjadi suatu kearifan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia membuka peluang-peluang bagi kemanusiaan. Perspektif Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jurnal Islamika Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 21, No. 01, Juli 2021, 55-61 57 Perkembangan inilah yang akan membantu seluruh umat manusia agar bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih layak dan juga dengan memperbaiki kualitas hidup, Masyarakat dapat menikmati segala kemudahan hanya dalam satu genggaman. Dengan Sosial juga, Kecerdasan Buatan akan berkolaborasi dengan segala aspek kehidupan yang dimana Kecerdasan akan membantu menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi baik dalam sisi Sains Teknologi dan dalam sisi Sosial Humaniora sehingga segala permasalahan yang peneliti masih mencari jawaban atas segala semesta dengan problematika dapat dengan mudah terjawab dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Revolusi Industri Industri merupakan bagian dari sebuah ekonomi yang memproduksi bahan baku yang dimana sangatlah tinggi dengan mekanisasi dan otomatisasi. Sejak dimulainya industrialisasi, teknologi sudah maju dengan mengarah terhadap pergeseran paradigma yang saat ini sudah terjadi yang disebut “revolusi industri” dalam bidang mekanisasi yang juga disebut revolusi industri yang pertama., kemudian penggunaan intensif terhadap energi listrik juga disebut revolusi industri yang kedua, dan penyebaran digitalisasi yang juga disebut revolusi industri Dan juga muncul sebuah pemikiran dimana akan direncanakan sebuah rencana untuk “mengingatkan” terhadap software versioning Revolusi Industri keempat Lasi dan kawan-kawan, 2014. Pada dasarnya dari sebuah digitalisasi yang mutakhir dalam banyak industri, kombinasi teknologi internet dan teknologi berbasis masa depan dalam cakupan objek pintar mesin dan produksi terlihat menghasilkan sebuah pergeseran paradigma fundamental baru dalam produksi industri. Pandangan masa produksi di masa depan terdapat sistem manufaktur yang modular dan efisien dan mencirikan skenario dimana produk mengontrol proses manufaktur itu sendiri. Ini berarti untuk merealisasikan manufaktur dalam produk industri dalam sebuah saku ukuran lini produksi dimana menjaga keberlangsungan ekonomi terhadap produk massal. Perkembangan inilah yang dapat dijadikan sebuah momentum dalam meningkatkan kualitas kompetensi. Pemanfaatan teknologi inilah yang harus diimbangi dengan kemampuan yang akan melahirkan berbagai macam metode efisien yang tertata dengan baik. Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence Kecerdasan Buatan merupakan bagian bidang ilmu Teknik Informatika yang pesat yang meliputi Data Mining, Pembelajaran Mesin, Jaringan Syaraf Tiruan, pengenalan pola, Sistem pakar, dan topik sejenis lainnya. Kecerdasan Buatan AI atau kecerdasan buatan merupakan kecerdasan yang ditambahkan pada suatu sistem atau dengan kata lain kemampuan sistem untuk menerjemahkan data eksternal dengan benar serta mengelola data tersebut dan menggunakan hasil olahan tersebut untuk suatu tujuan tertentu Goralski & Tan, 2020; Sousa, Melo, Bermejo, Farias, & Gomes, 2019. Kecerdasan Buatan tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia, dikarenakan terdapat satu hal yang dimana sebuah Kecerdasan Buatan tidak mampu melakukannya, yakni empati. Namun, Kecerdasan Buatan dapat berperan sebagai pendukung kinerja SDM, oleh karena itu perlunya pengembangan kompetensi oleh SDM yaitu kompetensi yang tidak dapat dilakukan oleh Kecerdasan Buatan dimana salah satunya Mohammad Rizky Ramadhandy Budianto 1, Tresna Ramadhian Setha Wening Galih 2, dan Syaban Farauq Kurnia 3 58 Jurnal Islamika Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 21, No. 01, Juli 2021, 55-61 yaitu meningkatkan soft skill SDM dan menyelesaikan masalah yang masih belum dipecahkan dengan manusia selama berabad-abad. Kecerdasan Buatan diaplikasikan kepada robot yang dimana akan membantu manusia dalam kehidupan sehari hari, saat ini penerapan tersebut sudah dapat kita rasakan pada dunia manufaktur industri yang beberapa sudah mengalami otomasi dengan menggunakan robot. Kecerdasan Bertambah Augmented Intelligence Kecerdasan Bertambah menurut Rouse dan Spohrer merupakan sebuah terminologi yang menjelaskan sistem dimana manusia dan kecerdasan buatan bergabung. Terminologi ini selaras dengan kecerdasan buatan, Kecerdasan Bertambah dibekali untuk menambah persepsi manusia dan membantu manusia dalam membuat keputusan, mempelajari dan merencanakan dengan bantuan kecerdasan buatan, ketimbang menggantikan agen manusia dalam proses otomasi dengan kecerdasan buatan. Teknologi yang saling berkolaborasi dengan islam Pada dasarnya, Islam sangat menjunjung umatnya agar senantiasa menjadi orang yang berada baik di dalam maupun di luar panggung mengenai IPTEK. Oleh karenanya, Teknologi turut berkolaborasi dengan islam satu sama lain yang akan berguna untuk seluruh umat, baik umat manusia maupun umat muslim itu sendiri. Hal inilah yang membuat umat muslim harus memiliki sifat-sifat ilmuwan, yakni kritis QS. Al-Isra/17 36, terbuka menerima kebenaran dari manapun datangnya ilmu tersebut QS. Az-Zumar/39 18, dan senantiasa menggunakan akal pikirannya untuk berpikir secara kritis QS. Yunus/10 10. Inilah yang mengantarkan pada sebuah keharusan bagi setiap umat muslim agar mampu unggul dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi IPTEK sebagai sarana kehidupan yang harus diutamakan untuk mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat QS. Al-Qashash/28 77; QS. An-Nahl/16 43; QS. Al-Mujadilah/58 11; QS. At-Taubah/9 122. Dalam hadis Rasulullah juga terdapat dorongan untuk menuntut ilmu selaras dengan penekanan dari arti ilmu dalam Al-Quran. Dalam salah satu hadisnya beliau bersabda “barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan melapangkan jalan baginya menuju surga” HR at-Tirmizi. Beliau pun turut bersabda “Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai ia kembali” HR at-Tirmizi. Pada bidang pendidikan misalnya, penggunaan AR untuk membantu untuk menghafalkan ayat suci al-qur’an dan AI pada model pembelajaran daring turut membantu umat muslim dalam memberikan ilmu yang ditransfer dari guru ke murid semakin mudah dan efisien. Selain itu pula, dengan penggunaan AR, pembelajaran Al-Quran, khususnya untuk usia anak-anak akan jauh lebih menarik dibandingkan dengan metode konvensional yang pada umumnya banyak digunakan oleh banyak guru di Indonesia. Media dakwah turut berkembang seiringan dengan pesatnya kemajuan teknologi. Selain pada bidang pendidikan, dalam bidang penelitian dan pengembangan juga dapat terbantu karena semakin mudahnya penelitian yang awalnya sulit dilaksanakan menjadi sangat mudah. Salah satunya yakni data mining yang membantu dalam mengumpulkan dan juga mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan oleh media sosial Perspektif Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jurnal Islamika Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 21, No. 01, Juli 2021, 55-61 59 SNS yang juga akan bergantung pada konsep religi terhadap pengguna media sosial itu sendiri. Selain itu pula, dalam mencari teknologi baru, dapat ditinjau secara ilmiah apakah teknologi tersebut layak atau tidak sesuai dengan teori IPTEK dan juga teori Islam, seperti aplikasi nuklir yang di masa depan mungkin saja menjadi alternatif sumber daya energi listrik di masa yang akan datang. Hasil penelitian tersebut dapat diimplementasikan guna mengetahui fakta dilapangan dan bagaimana cara mengantisipasinya agar kejadian yang buruk dan/atau ketidakefektifan dari suatu metode dapat diminimalisir. Juga diimplementasikan dalam pengembangan teknologi yang dibuat agar dapat membantu sesama umat manusia. KESIMPULAN Di era yang modern, perkembangan teknologi akan semakin pesat dikarenakan majunya bidang ilmu teknologi yang lebih cepat selama 10 tahun kebelakang. Terlebih, Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Bertambah yang dapat membuat sebuah robot semakin cerdas. Selain itu pula, sosial dan revolusi industri juga turut mendorong pesatnya teknologi karena di masa ini manusia dituntut untuk beradaptasi. Dalam perspektif islam, islam justru harus mendukung perkembangan teknologi itu sendiri dikarenakan umat muslim harus memiliki sifat-sifat ilmuwan, yakni kritis QS. Al-Isra/17 36, terbuka menerima kebenaran dari manapun datangnya ilmu tersebut QS. Az-Zumar/39 18, dan senantiasa menggunakan akal pikirannya untuk berpikir secara kritis QS. Yunus/10 10. Inilah yang mengantarkan pada sebuah keharusan bagi setiap umat muslim agar mampu unggul dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi IPTEK sebagai sarana kehidupan yang harus diutamakan untuk mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat QS. Al-Qashash/28 77; QS. An-Nahl/16 43; QS. Al-Mujadilah/58 11; QS. At-Taubah/9 122. REFERENSI Ahmad, H., Zainuddin, N. M. M., Yusoff, R. C. M., Azmi, N. F. M., & Hassan, W. A. W. 2019. Augmented Reality Model to Aid Al-Quran Memorization for Hearing Impaired Students. In Intelligent and Interactive Computing pp. 447-457. Springer, Singapore. Anwar, H. S. 2018. Islam, Ilmu & Kebudayaan. UAD PRESS. Baazeem, R. 2020. How religion influences the use of social media the impact of the online user’s religiosity on perceived online privacy and the use of technology in Saudi Arabia Doctoral dissertation, Kingston University. CNN Indonesia. 2021. Mengapa Islam Seolah 'Tertinggal' dalam Pengembangan Iptek?. [online] Available at [Accessed 5 March 2021]. Darmalaksana, W. 2021. Science and Technology Opportunities in Hadith Research. International Journal of Islamic Khazanah, 111, 41-51. Mohammad Rizky Ramadhandy Budianto 1, Tresna Ramadhian Setha Wening Galih 2, dan Syaban Farauq Kurnia 3 60 Jurnal Islamika Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 21, No. 01, Juli 2021, 55-61 Devianto, Y., & Dwiasnati, S. 2020. Kerangka Kerja Sistem Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Indonesia. InComTech, 101, 19-24. Dwijo, A. Q. 2014. Pengembangan Iptek dalam Tinjauan Hukum Islam. UIN Sunan Ampel Journal of Islamic Education, 21, 144-166. Elihami, E., & Saharuddin, A. 2017. Peran Teknologi Pembelajaran Islam Dalam Organisasi Belajar. Edumaspul Jurnal Pendidikan, 11, 1-8. Fahyuni, E. F. 2017. Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Prinsip dan Aplikasi dalam Studi Pemikiran Islam. Fukuyama, M. 2018. Society Aiming for a new human-centered society. Japan Spotlight, 27, 47-50. Harto, A. W. 2018. Aplikasi Iptek Nuklir Ditinjau dari Hukum Fiqh Islam. Hasibuan, N. 2015. Pengembangan pendidikan Islam dengan implikasi teknologi pendidikan. Fitrah Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 12, 189-206. Hidayat, R., Rahardyanto, S., & Hardjita, P. W. 2020. Survey Paper Tantangan dan Peluang Kecerdasan Buatan dalam Bidang Islam, Qur’an dan Hadits. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains, 2, 343-346. Ibrahim, M. I., Nazri, F. I., Basiron, B., Baharuddin, A., Bidang, M., Persepsi, K., & Bentong, S. I. 2018. Islam serta pembentukan sains dan teknologi. In Prosiding Seminar Tamadun Islam UTM pp. 1-2. Ilmi, Z. 2012. Islam Sebagai Landasan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. LENTERA, 141 JUNI. Islam, A. T. Sains Teknologi Islam dalam Pembelajaran. Jasmi, K. A., & Onn, U. T. M. 2016. Pendidikan sebagai medium penerapan Islam dalam Sains dan teknologi. Pendidikan Sebagai Medium Penerapan Islam Dalam Sains Dan Teknologi. Lasi, H., Fettke, P., Kemper, H. G., Feld, T., & Hoffmann, M. 2014. Industry Business & information systems engineering, 64, 239-242. Nasrudin, S. 2017. Islamic Education A Principle to Develop Religious Society to Anticipate Negative Impact of Social Media. HUNAFA Jurnal Studia Islamika, 141, 59-76. Nassar, I. A., Hayajneh, J. A., & Almsafir, M. K. 2013. Relation between social network and Da’wah to Islam A case study on Jordanian students. International Journal on Islamic Applications in Computer Science and Technology, 11, 9-18. Putra, A. S. 2020. Teknologi Informasi IT Sebagai Alat Syiar Budaya Islam Di Bumi Nusantara Indonesia. In SINASIS Seminar Nasional Sains Vol. 1, No. 1. Putra, P. H. 2019. Tantangan Pendidikan Islam dalam Menghadapi Society Islamika Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 1902, 99-110. Perspektif Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jurnal Islamika Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 21, No. 01, Juli 2021, 55-61 61 Rahman, A. 2016. Pengaruh negatif era teknologi informasi dan komunikasi pada remaja perspektif pendidikan islam. AL-ISHLAH Jurnal Pendidikan Islam, 141. Ririh, K. R., Laili, N., Wicaksono, A., & Tsurayya, S. 2020. Studi Komparasi Dan Analisis Swot Pada Implementasi Kecerdasan Buatan artificial intelligence Di Indonesia. J ti Undip Jurnal Teknik Industri, 152, 122-133. Rosli, T., Muniandy, Y., Jasmi, K. A., Rosli, T., Muniandy, Y., & Jasmi, K. A. 2019. Media Sosial dan Impak Tingkah Laku Menurut Islam. Kertas Kerja Dibentangkan di Seminar Sains Teknologi dan Manusia. Samad, M. 2018. Integrasi Pembelajaran Bidang Studi Iptek dan Al-Islam. Sunrise Book Store. Syahri, A. 2018. Spirit Islam dalam teknologi pendidikan di era revolusi industri ATTARBIYAH, 28, 62-80. Tanwir, T., & Said, H. 2018. Inovasi Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Informasi. KURIOSITAS Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 112, 189-210. Toivonen, T., Jormanainen, I., & Tukiainen, M. 2019. Augmented intelligence in educational data mining. Smart Learning Environments, 61, 1-25. Wahidin, U., & Syaefuddin, A. 2018. Media Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Islam. Edukasi Islami Jurnal Pendidikan Islam, 701, 47-66. ... Seiring berkembang pesatnya kemajuan teknologi pada masa ini terdapat permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan secara khusus yaitu banyaknya tindakan anarkis, dekadensi moral, pertengakaran antar peserta didik, tindakan bullying, menyontek disaat ujian tanpa rasa bersalah dan lain sebagainya Budianto et al., 2021. Gambaran diatas tentunya menimbulkan banyak pertanyaan besar, bagaimana peran pendididikan agama di madrasah dan bagaimana penyerapan materi-materi keagamaan khususnya akidah akhlak terhadap peserta didik dan bagaimana implementasinya terhadap karakter perserta didik itu sendiri? ...Ane Zunnatul MafruhahAlfi Ali FathoniArdian NugrahaAbdulah BaehakiMateri Akidah merupakan salah satu materi yang mangantarkan pada tujuan pendidikan yakni tertanamnya keyakinan dan keimanan yang kuat pada peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengembangan kurikulum maple Akidah di MA Miftahul Falah Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data diantaranya studi lapangan, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Akidah yang diberikan pada peserta didik MA Miftahul Falah sudah tepat dan sesuai dengan Peraturan Menteri Agama RI No 2 Tahun 2008, UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, KMA 183 tahun 2019 dan KMA 184 tahun 2019. Namun ada beberapa hal yang perlu penulis kritisi, diantaranya materi yang terlalu meluas tetapi sulit ditarik kesimpulannya, terdapat materi yang memuat dalil Al Qur’an maupun hadits yang kurang jelas sumbernya, adanya istilah-istilah yang terdapat dalam materi tetapi tidak tercantum pada glosarium. Sedangkan dalam hal evaluasi, adanya item soal yang tidak sesuai dengan indikator dan jawabannya tidak terdapat dalam penjelasan materi. MA Miftahul Falah juga menerapkan program pembiasaan keagamaan sebagai upaya meningkatkan sikap religius peserta didik, diantaranya shalat dhuha, pembacaan asma’ul husna, tadarus Al-Qur’an, berdoa sebelum dan sesudah belajar, shalat dzuhur berjamaah, kultum, tahfidz Al-Quran, praktik ibadah, ilmu kepesantrenan kajian kitab kuning, shalat Jum’at, Jum’at berkah, infaq Jum’at dan shadaqah shubuh, khotmil qur’an dan peringatan hari besar Islam PHBI.... If the description is in accordance with the actual reality, then the knowledge is true. The knowledge was created in the past as a result of certain concrete forms through the data flows that are in accordance with the structure of human information systems Zaharuddin, 2021, so that the knowledge greatly influences human life Budianto et al., 2021. ...Abudzar Al QifariAzhar Arsyad Muljono DamopoliiKasjim SalendaThis research aims at revealing the existence of Islamic school education in preventing terrorism in Islamic boarding school of Al-Mukmin Ngruki Solo. This qualitative research involved the Director of PPIM, Head of PPIM, Educators, Education Personnel, Head of Dormitory, Santri students, and Santri’s Parents. The data collection method in this study were observation, interview, and documentation. The research instruments were the researchers themselves. The results revealed that the curriculum used was KTSP 2013 and the system was a modern Islamic boarding school, but the reason why the Islamic boarding school was labeled as the place of terrorism cadres due to the alumni who became suspects in the Bali bombings and its founder became a suspect as well. The supporting factor is from the alumni association that is needed by the community and the inhibiting factor did not exist at all. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keberadaan pendidikan pesantren dalam pencegahan terorisme di Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Solo. Penelitian kualitatif ini melibatkan Direktur PPIM, Kepala PPIM, Pendidik, Tenaga Kependidikan, Kepala Asrama, Santri, dan Orang Tua Santri. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang digunakan adalah KTSP 2013 dan sistemnya adalah pesantren modern, namun alasan pesantren dicap sebagai tempat kader terorisme karena alumni yang menjadi tersangka bom Bali dan pendirinya. juga menjadi tersangka. Faktor pendukungnya adalah dari ikatan alumni yang dibutuhkan masyarakat dan faktor penghambatnya tidak ada sama HartatiImam SuciptoBambang SutrisnoVegetables Al-Muhajirin Farm memproduksi Sayuran hidroponik, Lele Frozen, Simping Vege, dan Nugget Vege. Seperti yang kita ketahui sayuran hasil hidroponik masih jarang peminatnya, hanya kalangan-kalangan tertentu yang bisa mengkonsumsinya, karena harga hasil olahan sayuran hidroponik relative mahal. Oleh karena itu, hasil olahan sayuran hidroponik membutuhkan strategi khusus dalam memasarkan produknya, salah satunya dengan strategi pemasaran islami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis strategi pemasaran islami dalam meningkatkan penjualan produk Vegetables al-Muhajirin Farm. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Strategi Pemasaran Islami Dalam Meningkatkan Penjualan Produk Vegetables al-Muhajirin Farm meliputi Shiddiq benar dan jujur, Amanah terpercaya, kredibel, Fathanah cerdas, dan Tabligh komunikatif. Selain itu karakteristik pemasaran islami meliputi Nilai-nilai ketuhanan, Nilai akhlak, Nilai realita, dan nilai KomalasariRisa KhaerunisaAni Nur AeniDalam proses pembelajaran dibutuhkan suatu media pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran. Salah satunya yaitu media pembelajaran berupa video animasi kartun, khususnya bagi mata pelajaran PAI di SD. Pengguasaan teknologi digital merupakan hal penting. Implikasinya di bidang pendidikan yaitu pembuatan media pembelajaran berupa video. Namun Segala bentuk kegiatan pembelajaran tidak lepas dari pandangan islam. Karena bagaimanapun sesuatu yang tidak berlandaskan syariat dan tutuntunan islam akan berakhir sia-sia. Dalam syariat islam IPTEK dihalalkan, tetapi ada juga yang diharamkan, meskipun dalam pemanfaatanya dapat memenuhi kebutuhan manusia. Persfektif islam sendiri memandang bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi ini dapat memberikan dampak yang baik yaitu dengan meningkatkan pengetahuan keislaman khususnya siswa sekolah dasar kelas 3. Di butuhkan penerapan prinsip –prinsip yang benar untuk pengaplikasian media pembelajaran tersebut. Peran guru masih dibutuhkan. Dengan demikian keefektifan media pembelajaran pembelajaran berupa video animasi kartun ini nilai lebih efektif dari media pembelajaran yang bersifat konvensional dan menghasilkan manfaat bagi kebutuhan ArifinReydiko Fakhran HaidiMuhammad DzalhaqiMachine learning merupakan salah satu penerapan kecerdasan buatan. Penggunaan machine learning pada computer vision erat berkaitan dengan deep learning yang mana para ilmuwan komputer mendapatkan inspirasi mengenai teknologi deep learning dari alam sekitar. Tujuan penelitian pada naskah ini adalah Mengetahui dan memahami teknologi deep learning beserta contoh sederhana dalam pemrosesan objek gambar dan Mengetahui dan memahami teknologi kecerdasan buatan dalam perspektif generasi ulul albab sehingga bisa memberikan manfaat secara menyeluruh bagi dunia. Penelitian yang dilakukan pada karya tulis ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka library research menggunakan berbagai buku dan literatur bacaan lainnya seperti jurnal dan website khusus sehingga menghasilkan informasi dari topik yang diteliti. Teknologi kecerdasan buatan akan selalu berkembang dan menuju arah yang semakin canggih, tetapi teknologi juga mempunyai dampak negatif. Generasi Ulul Albab harus bisa berjuang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat karena sejatinya generasi ulul albab adalah harapan kemajuan peradaban islam di berbagai sektor ilmu pengetahuan dan teknologi. Wahyudin DarmalaksanaThe purpose of this research is to discuss the opportunities of science and technology in hadith research. This research method uses qualitative research through literature study with a content analysis approach. The results and discussion of this research include the hadith science methodology, the development of the hadith validity method and the hadith text criticism method with a multidisciplinary and transdisciplinary approach, and scientific and technological opportunities in hadith research for the need for integration of science. The conclusion of this study is that research on hadith with a transdisciplinary approach opens wide opportunities for science and technology that are currently developing for the realization of the integration of science. This study recommends the importance of applying a transdisciplinary approach to science and technology opportunities in the development of hadith research in Islamic higher educationAbstract Educational data mining EDM processes have shifted towards open-ended processes with visualizations and parameter and predictive model adjusting. Data and models in hyperdimensions can be visualized for end-users with popular data mining platforms such as Weka and RapidMiner. Multiple studies have shown how the adjusting and even creating the decision tree classifiers help EDM end-users to better comprehend the dataset and the context where the data has been collected. To harness the power of such open-ended approach in EDM, we introduce a novel Augmented Intelligence method and a cluster analysis algorithm Neural N-Tree. These contributions allow EDM end-users to analyze educational data in an iterative process where the knowledge discovery and the accuracy of the predictive model generated by the algorithm increases over time through the interactions between the models and the end-users. In contrast to other similar approaches, the key in our method is in the model adjusting and not in parameter tuning. We report a study where the potential EDM end-users clustered data from an education setting and interacted with Neural N-Tree models by following Augmented Intelligence method. The findings of the study suggest that the accuracy of the models evolve over time and especially the end-users who have a adequate level of knowledge from data mining benefit from the method. Moreover, the study indicates that the knowledge discovery is possible through TanwirHamdanah SaidThe study was aimed to 1 describing the Islamic Education teachers’ performance on SMA in Pare­pare City; 2. describing the Senior Hight School Students’ learning outcomes in Pare­pare City; 3. Determining whether or not there was an influence of Islamic Education teachers’ performance on the Senioe Hight Schools students’ learning outcomes in Parepare City. The result of the study revealed that 1 the Islamic Education teachers’ performance of Senior Hight Schools in Pare­pare City was in good category; 2 the students’ learning outcomes of Islamic Education tended to be in good category, 3 there was a significant influence of Islamic Education teachers’ performance on the Senior High Schools students’ learning outcomes in Parepare City. The study had implication 1 the Islamic Education teachers realized the importance of a teacher working professionally, having high performance both in learning plan, learning implementation and evaluating the students’ learning outcomes, which can lead to the hight achievement of learning outcomes as well, 2 there was a concrete evidence of the implementation of education and learning practices in Senior High Schools which was necessary to be constantly improved. Unang WahidinAhmad SyaefuddinThe development of science and technology increasingly encourage renewal efforts in the utilization of technology results in teaching and learning process. One of the technology that can be used in teaching and learning process is education media. Educational media used must be adapted to the development and demands of the times. Support the right educational media used in teaching and learning process will facilitate the achievement of learning objectives can be. Therefore, the education media will affect the absence of a complete and appropriate learning information target, and affect the outcome of the learning process. At the beginning of the spread of Islam has been known teaching and learning activities, when the media has been there and education has been applied by the Prophet Muhammad SAW in teaching science and Islamic law to the friends. Some educational media clusters expressed in the Qur'an and al-Hadith, among others Audio education media contained in al-Qur'an letter al-'Alaq 96 verse 1; Al-Isra '17 verse 14; Al-Ankabut 29 verse 45; Al-Muzammil 73 verse 20. In addition, in the hadith there are several terms used to indicate the use of visual media in learning, such as drawings, gravel and fingers. Keyword Media, Education, Islam, Al-Qur’anNasruddin HasibuanThis paper aims to determine how the development of Islamic education with implications for educational technology. Writing method uses library research methods. From the discussion, it can be concluded that the development of modern technology or information technology spur a new way of life, of life begins to come to an end, this life is known as e-life, meaning of life has been influenced by a variety of electronic needs. Key Words Islamic Education, and Education Technology. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan Islam dengan implikasi teknologi pendidikan. Metode penulisan menggunakan metode diskusi pustaka. Dari diskusi, dapat disimpulkan bahwa perkembangan teknologi modern atau teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari dimulainya kehidupan sampai berakhir, kehidupan ini dikenal sebagai elektronik kehidupan, makna hidup telah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan elektronik. Kata Kunci Pendidikan Islam, dan Teknologi NasrudinThis study aims to analyze how the Islamic education is able to be the principle of inter-religious harmony to anticipate negative impact of social media use. Islam as a universal religion has proven its ability to encourage the development of science and technology. Social media has emerged along with the development of information technology. The social media is able to facilitate community to communicate and to exchange information, but at the same time social media may also threat the harmony of interfaith relationship. This is due to the misuse of social media by irresponsible individuals who intentionally used social media to create conflict between religious groups. Islamic education is expected to be a foundation to create society with good morale and ethics. This will also produce society with good manner in using social media to avoid negative impact and to create harmony among society and religions Quddus Nofiandri Eko Sucipto Dwijop>Islam sangat mendukung umatnya untuk menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi Iptek. Dalam hal pengembangan Iptek, umat Islam dapat mempelajarinya dari orang-orang no-Islam, disamping juga dapat mengembangkan Iptek dari spirit ajaran Islam sendiri. Oleh karena produk keilmuan yang datang dari orang-orang non-Islam –secara umum- bersifat sekuleristik, maka setelah dipelajari, sebelum diadopsi dan diterpkan di dunia Islam, penting untuk terlebih dahulu diberikan nilai-nilai keislaman, agar tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran hukum Islam. Ajaran hukum Islam secara normatif dan empirik sangat memulyakan orang-orang yang beriman dan berilmu dengan beberapa derajat. Dalam ajaran hukum Islam, ditegaskan bahwa tidak sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Orang yang berilmu jelas lebih baik dan lebih utama daripada orang yang tidak berilmu. Dengan demikian, pengembagan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ragam modelnya misal dengan bahasa Islamisasi Iptek sangat dianjurkan oleh ajaran hukum Islam. 1 Menulis Ilmu Pengetahuan Dalam Islam. Sejak awal Islam telah memotivasi dan menyuruh kaum muslim untuk membaca melalui ayat 1-5 dan secara khusus mengisyaratkan menulis ilmu pengetahuan melalui ayat 4 dari QS; al-'Alaq. Dalam praktek, Nabi saw menyuruh para sahabat menulis semua ayat Al-Qur'an sejak awal diturunkan sampai ayat terakhi Mencari ilmu adalah salah satu tujuan syariat Islam, untuk mewujudkan kebaikan umat manusia, membangun bumi ini, serta membantu beribadah kepada Allah SWT telah mewajibkan kita untuk menuntut ilmu. Dan Dia akan memberikan kemuliaan kepada para penuntut ilmu, sesuai firman-Nya,يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ …“… Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.” Al-Mujadilah 11Ilmu pengetahuan itu ada dua macam, yaituIlmu yang terpuji al-uluumul-mahmuudah untuk mewujudkan kebaikan umat tercela al-uluumul-madzmuumah yang hanya menghasilkan keburukan, oleh karena itu dilarang oleh dimaksud ilmu terpuji tidak hanya ilmu-ilmu syariah saja, namun juga ilmu-ilmu modern yang menghasilkan kebaikan untuk umat mengajak seluruh manusia untuk meneliti dan berpikir tentang kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, juga menggunakan akal untuk merumuskan dan menghasilkan dasar-dasar ilmu pengetahuan tentang semesta ini, menghasilkan kebaikan bagi manusia. Hal itu telah diterapkan pada masa awal kekhalifahan saat itu, ulama Islam menjadi pelopor dalam banyaknya bidang ilmu pengetahuan eksperimental dan sosial. Ulama Islam generasi pertama dapat menyebarkan ilmu pengetahuan dengan segenap cabangnya di seluruh penjuru menjadi tempat penyebaran terkenal bagi ilmu pengetahuan itu. Di antara ulama muslim generasi pertama adalahHasan bin Haitsam dalam bidang optik dan fisikaIbnu Sina dalam bidang kedokteranAr-Razi dalam bidang kealamanJabir bin Hayyan dalam bidang kimiaAl-Khawarizmi di bidang matematikaSelain yang telah disebutkan, masih banyak ulama lainnya yang juga berperan dalam penyebaran ilmu akal dan terus belajar serta seterusnya beribadah kepada Allah SWT dengan mata hati, cahaya dan pemahaman yang benar adalah salah satu tujuan syariat Islam. Allah SWT telah menyinggung hal itu dalam firman-Nyaهُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاۤءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاۤءَ تَأْوِيْلِهٖۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗٓ اِلَّا اللّٰهُ ۘوَالرَّاسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ“… Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, Kami beriman kepada ayat-ayat yang Mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.’ Dan tidak dapat mengambil pelajaran daripadanya melainkan orang-orang yang berakal….” Ali Imran 7Kemudian, Rasulullah SAW bersabdaمَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ“Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah swt. maka Dia akan membuatnya faqih dalam agama. Dan ilmu itu hanya dapat diraih dengan belajar.”HR BukhariIlmu pengetahuan, ulama, dan para penuntut ilmu mempunyai kedudukan yang mulia dalam Islam. Al-Qur’an telah menegaskan hal itu dalam banyak ayat-Nya. Kemudian datang sunnah Nabi Muhammad SAW menjelaskan secara terperinci kedudukan Islam juga mencakup hukum-hukum dan prinsip-prinsip yang mengatur sistem ilmu dan metodologi serta memberikan landasan bagi proses antara buah pengertian Islam terhadap ilmu pengetahuan, para ulama dan para penuntut ilmu adalah mendidik dan menyiapkan generasi ulama muslim yang menyebarkan seluruh ilmu di dunia dan turut andil dalam membangun peradaban dari itu, tentunya kita tak boleh jemu untuk mencari ilmu pengetahuan. Karena para pencari ilmu pengetahuan memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT sehingga mencapai derajat mujahid di jalan Allah SWT.

Haditstentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Question from @Chita12 - Sekolah Menengah Atas - Ti. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak

Ilustrasi Hadits tentang Ilmu Pengetahuan Foto UnsplashSejak dulu, ilmu pengetahuan memiliki posisi yang sangat istimewa dalam ajaran Islam. Buktinya dapat dilihat dari penemuan sejumlah ilmuwan Islam di berbagai bidang, mulai dari fisika, ekonomi, seni, hingga Jurnal Pandangan Islam tentang Ilmu Pengetahuan dan Refleksinya Terhadap Aktivitas Pendidikan Sains di Dunia Muslim oleh Hasbi Indra, Al-Quran menegaskan bahwa umat Muslim yang memiliki ilmu pengetahuan akan meraih derajat tinggi dalam kehidupan. Sebab, Allah SWT sangat menghargai orang yang mempunyai ilmu informasi dari buku Islam dan Ilmu Pengetahuan karangan Abuddin Nata 2018, ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang sudah bersifat ilmiah. Ilmu ini mempunyai objek jelas yang berupa fenomena alam hingga itu, ilmu pengetahuan juga menggunakan metode yang jelas, seperti observasi dan eksperimen. Ilmu yang bersifat rasional ini disusun secara sistematik dan kedudukan ilmu pengetahuan bagi umat Islam juga dapat dibuktikan dari sejumlah hadits terkait ilmu. Apa saja hadits-haditsnya? Mari simak pembahasannya melalui artikel Hadits tentang Ilmu Pengetahuan Foto UnsplashHadits tentang Ilmu PengetahuanBerikut hadits tentang ilmu pengetahuan yang dikutip dari Jurnal Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Hadis Nabi tulisan Suja'i Sarifandi dan Jurnal Sumber-sumber Ilmu Pengetahuan dalam Al-Qur'an dan Hadits karya Sayid Qutub"Bersumber dari Anas bin Malik ra. Ia berkata, Rasulullah SAW., bersabda Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.""Bersumber dari al-Hasan ra., ia berkata Rasulullah SAW., bersabda Barangsiapa meninggal dunia di saat sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, maka ia masuk surga dalam satu tempat dengan para nabi-nabi."3. HR. al-Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad"Bersumber dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata Nabi saw bersabda Tidak boleh hasud iri, kecuali pada dua hal orang yang dikaruniai harta benda oleh Allah kemudian ia menggunakan hartanya sampai habis dalam kebaikan, dan orang yang dikaruniai hikmah ilmu oleh Allah kemudian ia mengamalkannya dan mengajarkannya."4. HR. Muslim, al-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan al-Darimi"Bersumber dari Abu Hurairah ra. berkata Rasulullah saw. bersabda Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah memudahkan baginya jalan ke surga.""Bersumber dari Anas bin Malik ra. berkata Rasulullah saw. bersabda “Barangsiapa keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali."Ilustrasi Hadits tentang Ilmu Pengetahuan Foto Unsplash"Aku mendengar Rasulullah SAW., bersabda Janganlah kalian mencari ilmu untuk menyombongkan diri kepada ulama, atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau untuk memalingkan muka manusia kepada kalian. Barangsiapa melakukan itu, ia masuk neraka.""Menuntut ilmu itu suatu kewajiban kepada setiap muslim."8. HR. Muslim, al-Tirmidzi, al-Darimi, Abu Dawud, al-Nasa'i, dan Ahmad"Bersumber dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda Ketika seseorang meninggal dunia maka akan terputuslah amalnya, kecuali tiga hal; kecuali sedekah jariah, atau ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakan kepadanya.""Bersumber dari Jabir bin Abdullah ra. berkata Rasulullah saw bersabda Mohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat."10. HR. Abu Dawud, al Nasa'i, dan Ibnu Majah"Bersumber dari Abu Hurairah ra. berkata Rasulullah saw. berdoa Ya Allah aku mohon perlindungan kepadamu dari empat perkara; dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari hati yang tidak khusyu’, dan dari jiwa yang tidak merasa kenyang puas, dan dari doa yang tidak didengar" .